Fikri Faqih ; “Pendidikan Vokasi di Tegal Harus Bisa Jadi Model”

Fikri Faqih; “Pendidikan Vokasi di Tegal, Sangat Relevan Jadi Model”

Tidak ada alasan penyelenggara pendidikan vokasi di Tegal tidak maju. Dunia industri di Tegal yang menjamur mulai dari skala rumahan bisa menjadi mitra kolaborasi pendidikan vokasi. Saat ini sudah bukan saatnya lagi berkompetisi menunjukkan siapa yang terbaik, siapa yang paling kuat. Ini eranya kolaborasi.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komisi X DPR RI DR. H. Abdul Fikri Faqih, MM dalam diskusi virtual bersama praktisi dan akademisi Pendidikan vokasi di Tegal belum lama ini. Beberapa kampus yang turut serta dalam diskusi tersebut adalah Politeknik Trisila Darma, Politeknik Muhamadiyah, Politeknik Baja, dan Politeknik Harapan Bersama.

Selain Abdul Fikri, diskusi tersebut juga menghadirkan Direktur Eksekutif Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Gerry Firmansyah dan Wakil Dekan III FT- Pendidikan Teknik Mesin Wirawan Sumbodo.

Menurut Fikri pendidikan vokasi lebih banyak kegiatan praktek dibandingkan dengan instruksional. “Program studi yang dibuka pun mestinya yang bisa menopang kebutuhan dunia industri. Ada proses supply and demand. Di dunia industri menampung SDM siap pakai, sementara di politeknik-politeknik mempersiapkan SDM yang siap memasuki dunia kerja,” ungkapnya.

Politisi PKS ini mencontohkan, jaringan transmisi dan distribusi, sebagian besar ternyata bukan buatan dari Jakarta. “Ini produknya orang Tegal, hanya saja lisensi produk lain,” katanya. Fikri menjelaskan, Tegal yang dikenal sebagai jepangnya Indonesia mestinya kembali diangkat.

“Dulu pegiat moge (motor gede) kalau sparepartnya rusak, belinya indent, kalau saja di bawa ke Tegal, spare part itu bisa jadi, dengan presisi yang sama, dan waktu yang tidak terlalu kama. Ini potensi, kalau mau sesungguhnya,” katanya. Sebagai anggota DPR RI di Dapil IX, ia siap mengomunikasikan dengan pihak-pihak terkait yang bisa diajak kolaborasi.

Sementara itu Gerry Firmansyah, menyampaikan pentingnya membuka diri untuk berkolaborasi. Tidak hanya kolaborasi di dunia industry, hal yang sama pun bisa dilakukan dalam bentuk kolaborasi peningkatan kualitas dosen. “Di era e-learning saat ini, sangat memungkinkan kita bisa belajar langsung dari pengajar Harvard melalui kelas online. Artinya vokasi bisa membuka diri selain mendapatkan dosen bersertififikat tapi mumpuni di bidangnya,” katanya.

Di masa Covid-19 ini misalnya, kondisi memaksa, bahwa kita berinteraksi, berkolaborasi di tempat mana saja saat memasuki  e-learning.  “Ini menjadi isu karena ada beberapa hal. Itu yang harus dijembatani dengan instruksi yang ada,” kata Gerry.

Sementara itu Dr. Wirawan Sumbodo, M.T menyampaikan pentingnya menguatkan nilai-nilai karakter yang harus dimiliki.  Menurutntya 80 persen masa depan mereka bergantung pada softskill, jujur, bertanggung jawab, sehingga potensi akan berkembang secara cepat. “Ini yang tidak boleh kita lupakan untuk selalu disiapkan dalam setiap pembelajaran, apapun eranya,” katanya.

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email
adminfikri

adminfikri

Anggota DPR RI Dapil Jawa Tengah IX (Kota Tegal, Kabupaten Tegal, Kabupaten Brebes)

Leave a Replay