Fikrifaqih.com, Tegal: Calon Bupati Tegal Nomor Urut 3, Abdul Fikri Faqih menyatakan
jika dirinya terpilih sebagai bupati, akan mensukseskan pengembangan olahraga di Kabupaten Tegal. Hal ini dilakukan Fikri didasari atas keprihatinannya atas jebloknya olahraga Tegal, baik di tingkat regional Jawa Tengah maupun tingkat nasional.
“Banyak atlet kita yang berbakat dan memperoleh prestasi di tingkat nasional, seperti seorang pecatur kelas umur yang juara II Olimpiade catur, ternyata adalah kelahiran Kaliwungu Tegal, namun karena tak ada perhatian pemerintah, pecatur pretatif itu kini menjadi hak milik daerah lain, ini kan miris,” kata Fikri, Sabtu (12/10/2013) di Suradadi, Tegal.
Yang terbaru, berdasarkan data yang dihimpun dari hasil perolehan Medali Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) (Porprov) Jateng, Kabupaten tempat asal teh poci ini berada diurutan ke 34 dari 35 peserta Proprov atau 35 kabupaten dan Kota se-Jateng, Kabupaten Tegal hanya mendapatkan 1 emas, 1 perak, dan 1 perunggu dari semua cabang yang dipertandingkan.
Dengan kondisi olahraga yang minim prestasi di tingkat regional dan nasional, membuat Cabup yang juga pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) turut prihatin. Fikri juga berjanji ketika terpilih menjadi bupati nanti akan memprioritaskan pengembangan dan pembinaan olahraga prestasi di Tegal.
“Bagaimanapun olahraga adalah sarana untuk menyatukan segenap elemen masyarakat, sehingga bidang ini harus dikembangkan dan dibina secara serius dan terus menerus. Oleh karena itu, melalui program Tegal Bungah, saya bersama Pak Kahar siap mengembangkan potensi olahraga di Tegal, yaitu melalui pengembangan peningkatan pembinaan atlet dan pelatih olahraga berprestasi,” papar Cabup yang juga alumni SMAN 1 Slawi ini.
Olahraga Tegal Tak Diperhatikan Sejak Dulu
Sementara itu, pengamat olahraga Kabupaten Tegal, Arif, menyampaikan bahwa kondisi jebloknya prestasi di Tegal ini sudah berlangsung berpuluh–puluh tahun lamanya. Para atlet yang sebenarnya berbakat dan memiliki kapasitas untuk memberikan prestasi justru lari ke daerah lain yang lebih memperhatikan kesejahteraannya.
“Pemerintah Tegal tidak begitu memperhatikan kondisi olahraga prestasi Tegal, sehingga atlet yang berasal dari Tegal lebih nyaman membela daerah lain karena diperhatikan kesejahteraan dan masa depannya,” ungkap pria yang juga Jurnalis sebuah radio di Tegal ini.
Lebih lanjut Arif mengungkapkan bahwa dirinya dulu adalah seorang pelari jarak jauh yang justru membela daerah lain, yakni Rembang, karena masalah kesejahteraan atlet yang kurang diperhatikan di daerah asalnya. “Begitu juga saat saya mulai melatih atlet junior, biaya dari kantung sendiri sering saya keluarkan karena tidak ada perhatian serius dari pemerintah Tegal untuk pembinaan prestasi olahraga di Tegal,” jelas alumni Fakultas Olahraga IKIP Negeri Semarang ini.
Yang paling terkini, imbuh Arif, adalah salah satu penyerang tim nasional Indonesia ternyata berasal dari Tegal, namun akhirnya sang pesepakbola andalan timnas tersebut bergabung bersama diklat Ragunan. “Namanya Mukhlis Hadi Ning Syaifullah, dia kelahiran Kecamatan Dukuhwaru dan sempat membela Perekat Tegal, namun sekarang pindah ke Ragunan,” katanya.
Dengan visi dan misi pasangan Fikri Berkah mengembangkan olahraga di Kota tempat asal teh poci ini, Arif mengaku mengapresiasi dan siap mendukung misi Cabup Fikri untuk serius menggarap bidang olahraga di Tegal.
“Saya sangat mengapresiasi dan mendukung program yang ditawarkan Pak Fikri tersebut, oleh karena itu ketika jadi nanti, saya siap kembali ke dunia olahraga dan membantu mengembangkan olahraga di Tegal,” pungkas pria yang juga anggota SAR Tegal ini.
Sumber : Liputan 6


