
Pasca tragedi sandstorm dan jatuhnya crane sudah saatnya Kemenag bicara teknis dengan pemerintah Saudi terutama pengelola masjid haramain (nabawi+ haram), terutama menyangkut emergency response procedure.
Rabu (16/9) terjadi kehebohan. Lima menit sebelum qomat sholat shubuh, jamaah berlarian keluar masjid dan menyelamatkan diri sendiri. Terutama dari pintu king fahd dan king abdul aziz. Menurut pengakuan jamaah ada suara gemuruh bak banjir menuju mereka. Sehingga banyak barang milik jamaah tertinggal berceceran. Banyak juga yang tersesat karena terpisah dari rombongan.
“Diperparah juga oleh angkutan naqobah lissayyarat yang bermasalah, maka Komisi VIII meminta supaya gelombang kedua dari Makkah ke Madinah setelah pelaksanaan ibadah haji harus diangkut dengan bus yang layak dan bagus. Bila perlu disediakan bus cadangan di beberapa titik. Bila perlu harus menggunakan dana safeguarding. Maka jika dipandang tidak ada regulasi yang dilanggar dipersilahkan untuk menggunakan dana cadangan yang tersedia. Asal pertanggungjawabannya transparan,” jelasnya.
Selain itu ada masalah visa mundur yg mengakibatkan suami-istri terpisah. Maka komisi VIII mendesak untuk segera direlokasi. Komisi VIII masih menrima laporan beberapa pasutri terpisah dari pemondokannya.


